Pengikut

Sabtu, 26 November 2022

Banana Cake

Hai hai... 
selamat siang gaes, udah pada makan belum nih hehe.
okay kali gue mau sedikit share nih tentang cara membuat 'Banana Cake' atau yang sering kita sebut bolu pisang.

Banana Cake adalah bolu dengan bahan dasar pisang, yeah jadi awalnya gue tuh suka ngesave resep masakan gaes dan disitu gue juga nemu beberapa resep bolu jadilah kemarin gue praktekin hehe.

Sabtu, 26 November 2022
Gue prepare nih mau beli bahan-bahan buat bikin bolu, karena udah yakin jadilah jam 10.00 pagi gue dan delisa pergi ke pasar krandon buat beli bahan-bahan untuk membuat bolu termasuk pisang ambon.

Yeah jadi untuk bahan-bahannya itu ada pisang ambon, terigu protein sedang, baking soda, garam, gula, telur dan mentega.

Simple kan gaes, jadi memang itu saja bahan-bahannya dan untuk membuatnya nanti tinggal dikukus aja, gak usah pakai oven hehe tapi karena memang gue gak punya oven sih hehe.

Next gue akan kasih tau step by stepnya serta takaran bahan dan juga cara membuatnya special untuk kalian nih gaes... 

RESEP BANANA CAKE (BOLU PISANG) KUKUS TANPA MIXER

Bahan:
• 2 buah pisang ukuran sedang agak besar
• 7 SDM gula pasir
• 10 SDM minyak goreng
• 2 butir telur
• 11 SDM tepung terigu protein sedang
• 1 SDM susu bubuk
• 1 sdt baking soda
• 1/2 sdt garam

Cara membuat :
• Haluskan pisang dengan garpu (sisihkan)
• Siapkan wadah, masukkan telur + gula (aduk menggunakan wisk sekitar 2 menit, hingga gula larut)
• masukkan pisang yang sudah kita haluskan tadi, dan aduk rata
• masukkan tepung + susu bubuk + baking soda + garam (ayak & aduk rata)
• terakhir masukan minyak (aduk rata menggunakan spatula & pastikan bahan sudah tercampur dengan rata)
• sisihkan
• siapkan loyang uk*18cm, oles dengan margarin dan tabur dengan sedikit tepung
• tuang adonan ke loyang
• kukus selama 20menit dengan api sedang cenderung kecil.

Itulah step-stepnya gaes jadi tunggu apalagi yuuk segera eksekusi hehe
Selamat mencoba gaes, semoga berhasil ya... jangan lupa berdoa dan niatkan yakin pasti bisa okay!

Oh iya nanti hasil dari bolu ini sangat lembut, montok dan tidak getir dilidah gaes, jadi buat kalian yang tidak terlalu suka manis bolu ini cocok banget untuk cemilan santai dipagi hari atau sore hari dengan ditemani secangkir kopi hehe.

And this is it... Banana Cake ala chef erlyn hehe, ini first time gue bikin bolu loh gaes... matang sempurna dan enak hehe 

Dan untuk warnanya kebetulan tidak coklat gaes, karena tidak dikasih susu bubuk hehe, yeah biar original aja warnanya, tapi untuk kalian yang ingin tampilan warna bolunya agak coklat atau coklat tinggal kalian tambahkan saja susu bubuk coklat secukupnya.

Sekian, semoga bermanfaat 💜


Kamis, 10 November 2022

Rodjo Tater

Hai hai... 
Malam ini gue mau share ke kalian cerira wisata gue lagi nih...

Malem ini dingin banget gaes, tapi berhubung gue belum ngantuk jadi gue bakal nulis nih dengan penuh keikhlasan hehe... yeah cerita ini sebenernya adalah perjalanan gue seminggu yang lalu bersama delisa dan juga susi serta mba lala.

RODJO TATER
Kamis, 3 November 2022
Cuaca cukup cerah dan sepertinya cocok untuk holiday hehe. 

Pagi sekitar jam 10.00 WIB, susi tiba-tiba mengajak ngobrol gue tentang holiday, dan dia mengusulkan untuk ke Rodjo Tater setelah sebelumnya dia berchat ria dengan mba lala.

Gue seketika merespon obrolan susi dan juga gue segera searching dimana lokasi wisata Rodjo Tater berada.

Tak butuh waktu lama guepun segera menemukan lokasinya dan benar itu wisata masih di daerah tegal. 

Kabar baiknya adalah wisata Rodjo Tater merupakan wisata keluarga yang didalamnya terdapat mini zoo (kebun binatang mini), mini water park, dan pemandangan alam yang indah, wah ini sih paket komplit namanya hehe.

Lest Go.... Gas Keuun.... haha.
Pada hari itu juga, kita siap-siap untuk pergi ke wisata Rodjo Tater.

Pukul 13.45 WIB, gue, delisa dan susi start menuju toko mba lala terlebih dahulu, karena memang kita akan ke Rodjo Tater bersama dengan mba lala.

Menggunakan motor vario, kita menikmati perjalanan, setelah bertemu mba lala akhirnya kita start dari toko mba lala pada pukul 14.10 WIB.

Bismillah... Perjalanan dimulai hehe
Mba lala mengendarai motor PCX seorang diri, sedangkan Susi mengendarai motor Vario dengan memboncengkan gue dan delisa haha.

Gue mulai masuk ke Google Maps dan yeeay lets follow the rute by GPS.
Melewati jalan 1 lurus sampai tugu poci.

Dari tugu poci, kita masih diarahkan untuk jalan lurus sampai melewati taman rakyat slawi.

Follow the rute... sampai di POM pangkah dan kita masih diarahkan untuk lurus, motor mba lala berjalan berada dibelakang gue, dan setetalah melewati perempatan lampu merah tiba-tiba GPS lemot, dan posisi kita sudah tidak diarahkan lagi oleh GPS hadeeh... 

Dalam maps untuk menuju lokasi kurang lebih memakan waktu 2 menit dengan jarak tempuh 800meter, tapi karena GPS tiba-tiba eror dan di depan ada seperti pertigaan gue udah mulai bingung dan mau bertanya ke seseorang tapi gue bilang ke susi buat nyoba ambil kiri.

Tapi dari kejauhan ada suara mba lala yang memanggil nama 'mba susi' dan diapun segera menyalip kita dan berkata bahwa kita salah jalan, twe weweng haha.

Yep akhirnya mba lala mengarahkan kita untuk putar balik dan pada pertigaan kita ambil kanan, pokoknya disitu akhirnya gue bilang ke mba lala buat ganti posisi agar mba lala berada di depan kami karena gue udah off dari GPS. 

Setelah mengikuti mba lala, tidak lama kemudian terlihat papan bertuliskan RODJO TATER.

Kita mulai memasuki Gerbang wisata Rodjo Tater, selanjutnya menuju area parkir dan segera memarkirkan kendaraan kita masing-masing.

Untuk biaya parkir sepeda motor kita harus membayar Rp 3.000/motor.
dan harus membayar diawal huhu.

Selanjutnya gue, delisa, susi dan mba lala berjalan menuju pintu loket Rodjo Tater untuk membeli tiket masuk.

Dan untuk tiket masuk ke wisata Rodjo Tater adalah :  
Senin - Jum'at   = Rp. 15.000/Org
Sabtu - Minggu = Rp. 20.000/Org
Dan untuk anak diatas usia 3tahun dikenakan tiket masuk.

Setelah mendapat karcis/tiket masuk selanjutnya kita bertemu petugas dan menunjukan bukti tiket masuk tersebut dan ditukar dengan struk untuk menikmati semua fasilitas yang ada di dalam Rodjo Tater.

Kita mulai mengambil Handphone kita dan yeaah cekrak cekrik... hehe kita berswafoto ria sambil berjalan mengikuti rute. 

Setelah berjalan lurus kita belok ke keri menuju mini zoo, wah terdapat aneka jenis satwa gaes... mulai dari hewan melata, hewan jinak dan juga aneka satwa dilindungi. 

Kita start melihat aneka jenis ular, mulai dari yang bertubuh kecil hingga besar, mulai dari yang tidak terlalu berhaya sampai yang sangat berbahaya seperti ular cobra.

Ada juga penyu, biawak, musang, aneka burung, ikan hias, serta hewan jinak lainnya seperti : kelinci, rusa, monyet dan ada juga kerbau bule (kerbau dengan warna kulit putih) 

Gue dan delisa asik memberi makan kerbau dan juga memberi makan rusa, sedangkan mba lala dan susi masih asik berswafoto. 

Tak lama kemudian susi dan mba lala juga memberi makan kerbau dan juga rusa.
karena kebetulan saat itu kita berada di rodjo tater sore maka untuk pengunjung tidaklah terlalu ramai, tapi tak apalah jadi kita lebih bisa menikmati liburan kita.

Setelah itu mba lala dan delisa juga asik memberi makan rusa serta melihat monyet yang ada tidak jauh dari kandang rusa.

Kemudian setelah merasa cukup berada di mini zoo, akhirnya kita berjalan kembali menuju tangga dipinggir area swimming poll, yeah kita asik mengambil gambar, mulai dari foto sendiri, sampai foto bersama-sama.

Kita bergantian foto dan juga bergantian pula menjadi ala photographer handal hehe.

Lanjut kita berjalan kembali menuju arah selatan, dan disekitar kita berjalan terdapat banyak gazebo serta di ujung barat terdapat kolam yang seperti balongan tapi sepertinya belum ada hewan yang menempati kolam tersebut.

Ada juga bentuk Rumah-rumahan mini yang dibuat untuk area foto agar terlihat indah, serta ketika kita berjalan menuju arah timur disisi jalan kita berjalan terdapat kursi dan meja yang terbuat dari besi berjajar indah dengan dihiasi aneka pohon yang cukup rindang sehingga menambah kesan aestetik ketika kita berfoto.

Susi dan mba lala sedang asik berswafoto, sedangkan gue dan delisa juga asik memvideo area sekitar hehe.

Tak lama kemudian kita berjalan menuju pintu exit (pintu keluar) tapi karena kita masih punya free tiket naik odong-odong akhirnya kita putuskan untuk naik odong-odong mengitari area dalam rodjo tater.

Diatas odong-odong kita kembali mengabadikan moment bersama dengan memvideo dan juga berswafoto hehe.

Waktu semakin sore, dari arah timur terdengar suara pengumuman bahwa wisata rodjo tater akan ditutup pada pukul 16.30 WIB, dan kamipun segera bergegas untuk siap-siap berjalan menuju pintu keluar.

Dan tepat pukul 16.30 WIB kita akhirnya kembali mengendarai motor masing-masing dan yeaah yuuuk mari pulang hehe.

Sebelum sampai di rumah, kita menyempatkan untuk mampir ke indomaret sebentar untuk membeli air meneral karena jujur gue aus banget gaes serasa mau pingsan karena selama di dalam wisata rodjo tater gue gak minum apa-apa haha, maklum saking asiknya foto-foto sampe lupa minum hehe.

Dan sehabis dari indomaret kita lanjut jalan, dan sampai di taman rakyat kita mencoba mampir lagi buat sekedar nongki syantik sebentar, ah tapi gak jadilah karena taman rakyatnya tak seindah dan seramai yang gue bayangkan uupst mungkin belum banyak yang dateng juga para pedangannya dll kali ye...

Next kita lanjut jalan dengan laju sedang dan kebetulan saat itu kondisi lalu lintas juga lumayan ramai jadi kita santai saja, yang penting selamat sampai rumah hehe.

Dan tepat pukul 17.30 WIB akhirnya kita sampai rumah hehe..  maklum sekalian mampir beli lauk buat makan sore hehe, jadi yeaaah hampir maghrib sampai rumah hehe but its ok... yang penting happy.

See You Next Trip... bye bye...

Semoga cerita gue bisa memberi sedikit info atau gambaran buat kalian yang akan berkunjung ke Rodjo Tater ya...

Satu lagi, Jangan lupa bahagia, dan jangan lupa holiday biar kalian tetap awet muda hehe, sekian.
 




Rabu, 09 November 2022

Accompany In The Hospital

Oke gaes hari gue bakal live cerita kegiatan gue hari ini ya... 
yep dah lama kan kita gak sharing-sharing ye hehe... 

lets start it... 
Rabu, 09 Februari 2022
@10.00 Am

Pagi, sekitar jam 7 gue telpon RS PKU Muhammadiyah Tegal ( Rs singkil), untuk booking room (pesan kamar) pasien untuk adik gue yang bernama susi, yeah karena adik gue harus dioperasi kecil karena ada benjolan pay*dar* sebelah kanan.

Oh iya jadi sebelumnya adik gue 2hari yang lalu memeriksakan diri ke RS singkil, untuk memastikan bahaya atau tidak benjolan yang ada dipay*dar* nya tersebut, dan singkat cerita adik gue, dan gue beserta abah and my bocil juga ikut ke RS buat nemenin, dan yeah setelah kamipun mendampingi dari mulai pendaftaran, memilih dokter dan menunggu untuk bertemu dengan dokter, dan yeah disepakati untuk memilih Dokter Wahyu Supriyotomo Sp BFinaCS (dokter bedah)

Kami menunggu di lobby panggilan, dan setelah dipanggil, kami bertemu dengan dokter wahyu, masuk ruangan beliau kamipun disambut dengan senyum manis beliau, yeah beliau itu gambaranya kisaran usia 50-60thn lah, pawakanya gempal dan sangat ramah.

okay lanjut ke topic ya gaes...
perbincangan berlanjut membahas sakit adik gue (benjolan), disitu dokterpun mulai bertanya ABCD, dan selanjutnya dokter bersama 1 suster pendamping memeriksa pay*dar* adik gue yang sebelah kanan, hmm yeah kemudian disitulah teraba dan dokter menyimpulkan untuk diOperasi saja, dan kamipun akhirnya menyutujuinya. 

Tibalah hari ini kamipun berangkat ke RS singkil, dengan penuh semangat menjemput kesembuhan adik tercinta, yeah gue, adik, abah and my bocil akhirnya prepare segala tetek bengkek tak lupa tikar dan juga beberapa baju untuk ganti.

Setelah semua siap, kamipun memesan GRAB Car dengan kapasitas 3 orang, kemudian bismillah... kami berangkat ke RS singkil.

Sesampainya di RS singkil kami menuju IGD dan menuju ruang pendaftaran untuk mengisi beberapa data dan TTD keluarga pasien, setelah semua selesai gue disuruh buat ke kasir untuk bayar Adm tes antigen untuk pasien yaitu susi. 

Sementara Abah dan My bocil diluar dulu karena masuk IGD hanya untuk 2 orang saja, jadi gue lah yang mendampingi adik gue... and now... gue masih di ruang IGD nih nungguin adik yang abis di tes antigen covid-19. 

Huuft udah sekitar 1 jam menunggu hasil tes,.. semoga hasilnya negatif ya dan segera menuju kamar multazam 2 aamiin. 

Yuuuk teman-teman bantu doa ye buat adik gue biar semua lancar okay okay... aamiin.

Setelah menunggu, kemudian suster menyuruh perwakilan keluarga untuk bertemu dokter, dan saat itu saya yang menemui dokter tersebut dan yeah ternyata kata dokter susi positif covid-19 jadi tidak bisa melakukan operasi untuk saat ini, dan dokter menyuruh adik gue untuk isoman selama 2 minggu di rumah. 

Yeah untuk keberangkatan pertama hasilnya failed gaess huhu... mana udah ready semua eh malah segala tes antigent, and sedikit info aja gaes buat kalian yang sedang batuk atau flu (pilek) saya sarankan tidak usah tes antigent, karena hasilnya otomatis akan menunjukan positif covid-19. 

Sesampainya di rumah, ada WA dari puskesmas terdekat yang mengabari kita untuk semua anggota keluarga agar trs antigent di puskesmas setempat. 

Kamipun akhirnya menjalani tes antigent, jujur sih gue males banget gaes... dikorek-korek idungnya iiiuuh banget pokoknya mana geli banget. 

Next kita disuruh menunggu 1-2 minggu untuk hasilnya, kemudian semua dinyatakan negatif kecuali susi, yang memang sedang flu.

Karena kami yakin dan merasa bahwa susi hanya mengalami flu biasa maka kita di rumahpun tidak terlalu mensoalkan tentang covid, kita aktivitas seperti biasa. 

Setelah susi izin kerja selama seminggu, akhirnya susi kembali untuk berkerja dan 1 bulan kemudian barulah saya menghubungi RS singkil lagi untuk menanyakan apakah tersedia kamar kosong.

Acompany In The Hospital 

Kamis, 27 Maret 2022
Pukul 09.00 pagi, kita menuju puskesmas kupu untuk meminta surat rujukan kembali untuk melakukan operasi ke RS singkil.

Sampai di puskesmas kita dikasih surat yang menyatakan sudah melakukan isoman, dan juga petugasnya mengatakan bahwa tidak usah pakai surat rujukan lagi, karena dalam surat rujukan tempo waktu ya belum lebih dari 3 bulan, sehingga surat rujukan yang pertama masih berlaku.

Dari puskesmas kupu kita berinisiatif untuk langsung berangkat ke RS singkil, 
Bismillah... lancar lancar lancar....

Dengan menggunakan 2 sepeda motor, abah mengendari motor vario dengan memboncengkan susi dan delisa, sedangkan saya mengendarai seorang diri.

Lewat jalan 2 kita gass pol menuju RS singkil, karena kebetulan saat itu lalu lintas terpantau sepi hehe. 

Sampai di RS Singkil, kita masuk dan menuju parkiran sepeda motor, dan kemudian berjalan menuju gedung Multazam 1.

Kemudian kita menuju tempat pendaftaran untuk mengambil nomer antrian dan bertemu dokter wahyu.

Setelah menunggu, akhirnya gue dipanggil dan disuruh menyerahkan berkas data pasien dan lain-lain, dan kemudian kita disuruh menunggu lagi untuk dipanggil di ruangan dokter wahyu. 

Sebelum masuk ke ruangan dokter wahyu, adik gue diperiksa dulu tensi darahnya, alhamdulilah normal (110/60)

Gue mendampingi susi menuju ruangan dokter wahyu, setelah bertemu dokter wahyu akhirnya kita berbincang-bincang dan membahas masalah yang dialami susi.

Dokter menyuruh susi untuk berbaring dan suster membantu membaringkannya, dan kemudian dokter wahyu mulai memeriksa letak benjolan dan menandainya dengan marker.

Setelah itu, susi kembali duduk disamping gue, dan kita kembali berbincang dengan pak dokter, dan pak dokter berkata bahwa benjolan yang ada pada susi disebabkan karena kelebihan hormon, dan benjolan tersebut setelah dipegang tidak keras dan masih bisa bergeser, yang artinya itu masih tergolong tumor jinak.

Dan tidak sampai situ saja, pak dokterpun menyarankan agar susi kelak ketika setelah menikah dan punya anak, tidak boleh KB pil, suntik ataupun implan.

Dan untuk makananya juga tidak boleh sembarangan, harus lebih dijaga lagi khususnya makanan yang mengandung banyak hormon agar dihindari, seperti : Ayam negri, telur, daging, dan Ikan ternak jadi kalau ingin makan ayam atau telur usahakan ayam kampung dan telur ayam kampung.

Setelah itu dokter wahyu bertanya kepada susi, "bagaimana mbak susi mau kapan operasinya?" mau sekarang atau kapan, terserah!!! dan susipun menjawab dengan yakin "sekarang saja dok, dan guepun menambahkan " iya dok kan lebih cepat lebih baik hehe". 

Akhirnya dokter wahyu menyetujuinya, dan berkata oke kalau gitu, brati hari ini langsung nginap ya, dan besok pagi kita operasi. 

Kamipun mengangguk menyetujui dan setelah itu kami dipersilahkan keluar, dan assisten dokter wahyu mengajak kami ke tempat pendaftaran kembali untuk mengecek apakah ada kamar yang tersedia untuk BPJS kelas 3. 

Dan alhamdulilah tersedia 3 kamar, dan setelah di ACC akhirnya susi disuruh untuk tes antigent dengan biaya Rp.100.000 karena memang untuk tes antigent tidak ditanggung oleh BPJS. 

Setelah membayar gue mengantar susi menuju LAB untuk melakukan tes antigent covid-19. 

Gue berdoa dan berharap semoga hasilnya negatif, supaya operasinya besok bisa lancar, tapi dalam hati gue yakin kok karena susi juga tidak sedang batuk ataupun flu brati hasilnya akan negatif covid-19, dan benar saja setelah menunggu kurang lebih 1 jam, hasilnya adalah negatif covid-19. 

Setelah itu memberi tahu abah kalau hari ini susi udah harus nginep, karena besok akan dilakukan operasi, guepun kembali mengantar susi untuk menuju gedung MULTAZAM 1 untuk mengkonfirmasi hasil tes antigent dan kemudian ada petugas yang mengantarkan kami menuju kamar multazam no 215. 

Setelah sampai di depan kamar no 215 akhirnya kami dipersilahkan masuk dan kamipun mendapat kamar dengan posisi dekat dengan jendela.

Satu kamar berisi 2 tempat tidur pasien, 1 kamar mandi, AC, kulkas dan juga satu buah televisi.

Kebetulan untuk pasien disebelah sudah mau pulang, dan saat sore tiba ternyata pasien di sebelah dipersilahkan pulang, sehingga susi hanya sendirian di dalam kamar tanpa ada pasien lain.

Sekitar pukul 17.00WIB ada seorang petugas pengantar makanan masuk untuk memberikan makanan, (makan sore) 

Dan setelah itu gue pamit ke susi untuk pulang ke rumah, dan menyiapkan barang-barang apa saja yang akan dibawa, termasuk pakaian, selimut dll karena maklum kita berangkat ke RS tanpa persiapan barang bawaan dan tidak tau kalau akan menginap hehe. 

Selanjutnya susi di RS sendirian, gue, abah dan delisa pulang ke rumah dan kebetulan juga malam jumat jadi abah pulang selain mengambil pakaian dll juga sekalian yasinan dan berdoa agar operasi pada hari jumat esok berjalan dengan lancar aamiin.

Pukul 19.00 WIB kita berangkat kembali menuju RS singkil... dan dipertengahan jalan 2 tepatnya 500meter sebelum POM bensin adiwerna tiba-tiba motor kita kehabisan bensin, abah mencoba menjalankan motor pelan-pelan dan 5 menit kemudian ada orang baik datang untuk membantu kita mendorong motor menuju POM bensin, (anak muda, rambut agak gondrong dan memakai motor mio putih) sampai di POM, gue dan abah mengucapkan banyak terimakasih dan gue berinisiatif mengeluarkan sedikit uang sebagai tanda terimakasih tatapi dia menolaknya (semoga allah yang membalas kebaikanmu ya anak muda) hehe.

Next kita sampai RS singkil hampir sekitar pukul 20.00 WIB, kemudian gue segera menghampiri susi ke kamarnya, sedangkan abah berada di bawah gedung multazam 2 bersama delisa, karena keluarga pasien hanya 1 orang yang diperbolehkan menemani pasien di dalam kamar, dan anak-anak di larang ikut masuk (karena masih dalam suasana pandemi covid-19)

Setelah setengah jam gue menemani susi tiba-tiba ada suara dari bawah abah memanggil gue karena delisa menangis, akhirnya guepun turun untuk menghampiri delisa dan segera menggendongnya agar tidak menangis.

Abah bergantian ke atas menuju kamar susi, dan gue dibawah dengan delisa melihat lalu lalang orang dan juga kendaraan yang masuk dan keluar rumah sakit.

Tepat pukul 21.00 WIB delisa badannya panas dan muntah, mungkin karena cuaca dingin dan dia kecapean dari padi di RS, and then abah disusul susi turun ke bawah menghampiri gue dan berkata buat gue sama delisa pulang aja pake grab motor, yeah tidur di rumah saja. 

Well gue dan delisa akhirnya pulang dengan ojol grab, awalnya delisa ketakutan karena yang nyetir motor abah melainkan tukang ojolnya tapi setelah itu dia ngantuk dan tidur di motor. 

Sampai di rumah, gue langsung gantiin baju delisa, dan mengoleskanya minyak telon dan gue memasang alarm supaya besok subuh gue bangun awal, dan bisa menuju RS sebelum susi di operasi.

Pukul 04.00 pagi, gue bangun dan segera mandi solat subuh kemudian pukul 05.00 WIB delisa juga mandi, dan kita prepare setelah itu pukul 05.30 WIB susi dari RS memesankam ojol untuk kita ke RS Singkil.

Sampai di RS gue bertemu abah, dan setelah itu abah keluar untuk sarapan dan setelah itu bergantian gue dan delisa yang sarapan, dan sebelum jam 07.00 WIB gue naik menuju kamar susi, dan melihat susi sudah berganti pakaian ala orang yang mau operasi, baju polos tali samping, kepala menggunakan penutup hijau, dan tanpa alas kaki.

Susi terlihat agak pucat karena dia sedang berpuasa, dimulai dari jam 00.00 WIB kemarin, tak lama kemudian ada seorang perawat laki-laki masuk dengan membawa kursi roda, dan berkata akan mengantarkan susi menuju ruang operasi, namun sebelum itu beliau memimpin doa untuk keselamatan dan kelancaran operasi.

Susi berada di kursi roda dan kemudian perawat tersebut mendorong kursi roda menuju ruang operasi di lantai 5, sedang gue mengikuti dibelakangnya.

Menyusuri lorong, dan masuk ke dalam lift dan selanjutnya sampailah di lantai 5.

Sesampainya dilantai 5 sudah banyak orang di lobi tunggu, yeah mereka merupakan keluarga para pasien yang sedang dioperasi selain adik gue.

Sampai depan ruang operasi, gue tidak boleh ikut masuk, jadi gue juga menunggu di lobi bersama dengan orang-orang yang sedang menunggu sanak saudaranya juga.

Next... karena jadwal operasi selesai pada pukul 10.00 WIB maka gue memutuskan untuk turun ke lantai 1 meninggalkan ruang operasi di lantai 5.

Gue segera menghampiri abah dan delisa, dan kita keluar untuk mencari makan, karena kebetulan gue belum sarapan gaes.

Gue makan bakso dikasih lontong, delisa juga sama, dan abah memilih untuk minum segelas kopi hitam, gue minikmati makanan sambil menyuapi delisa.

Sambil melihat lalu lalang kendaraan, gue juga sesekali melihat HP apakah ada chat masuk atau tidak hehe... eh canda kok, gue liat HP cuma liat jam aja, karena pukul 10.00 WIB operasi selesai.

Detik berganti menit, menit berganti jam, disela-sela makanpun gue berdoa semoga operasi susi berjalan dengan lancar aamiin.

Abah juga sama dia tak henti-hentinya berdoa untuk anaknya agar operasi berjalan dengan lancar.

Tak terasa sudah pukul 09.30 WIB artinya 30 menit lagi operasi selesai, jadi gue buru-buru pamit ke abah untuk segera menuju lantai 5, tempat dimana susi dioperasi.

Gue berjalan memasuki RS kemudian melewati lorong dan baru menuju lift dan press 5, yang artinya lift akan mengantar gue menuju lantai 5.

Sampai di lantai 5, gue duduk di lobi, menunggu susi keluar dari ruang operasi, dan setelah tepat pukul 10.00 WIB susi keluar dari ruang operasi, dia berada diatas tempat tidur dorong, kemudian gue mengikuti perawat tersebut yang sedang mendorong tempat tidur susi untuk turun ke lantai 2, (ruangan kamar inap susi)

Next setelah sampai ke kamar, kemudian susi digotong untuk dipindah ke tempat tidur, disitu kondisi susi masih setengah sadar, dia terlihat seperti menahan sakit pasca operasi yang dijalaninya.

Perawat berbincang sedikit dengan gue, dan menunjukan hasil operasi yang diambil, serta menyerahkan ke gue untuk diserahkan ke LAB guna diteliti jenis tumornya (ganas/jinak).

Gue pergi ke LAB dan menyerahkan ke petugas LAB, kemudian gue disuruh menunggu hasilnya kurang lebih 2 minggu.

Setelah itu gue kembali ke kamar susi untuk menunggu dia sadar dan akan menyuapi dia saat makan siang.

Delisa masih bersama abah, dan sepertinya abah dan delisa berada di kantin rumah sakit, karena saat siang hari cuaca terik sekali dan salah satu tempat untuk bersantai yaitu di kantin karena kuas serta ACnya juga sangat dingin sehingga orang betah disana untuk menunggu atau sekedar duduk dan makan cemilan.

Tak lama kemudian susi sudah sadar, segera gue kasih minum karena dari kemarin malam dia puasa, dan setelah itu makan siang datang, petugas mengantarkan makan siang untuk susi, dan segera pula gue menyuapi susi yang kebetulan sudah sangat lapar hehe.

Next... setelah selesai makan, gue pamit pergi ke bawah untuk menemui abah dan delisa serta gue juga bergantian jaga susi.

Gue sekarang sama delisa, sedangkan abah sekarang bergantian menjaga susi dilantai 2. 

Delisa tidur sangat pulas saat itu setelah makan siang, guepun terasa mengantuk tapi apalah daya, gue hanya sesekali terpejam sambil duduk dengan memangku delisa dikursi dekat kantin.

Tak terasa waktu sudah ashar, delisa juga sudah bangun, kita berjalan-jalan disekitaran depan RS sekedar menghilangkan jenuh.

Dan tiba-tiba abah menghampiri gue dan kita kembali tukar posisi, gue naik ke lantai 2 menemui susi, kita ngobrol-ngobrol dan juga sekedar bercanda biar gak boring aja.

Disela-sela ngobrol eh susi kebelet pepsi, duuuh gue bingung dong gimana ya cara ke kamar mandinya sedangkan susi masih dipasang infus ditangannya, hmm akhirnya pas ada perawat masuk, dia menyarankan agar tidak usah terlalu banyak gerak dulu dan sebaiknya menggunakan diapers dewasa aja, supaya lebih mudah saat BAK.

Gue akhirnya turun ke lantai 1 dan pergi menuju koperasi untuk membeli diapers dewasa untuk susi, tetapi gue bingung nih mau beli yang ukuran apa? akhirnya gue asal aja deh dan sempet bilang ke mbak tang jaga karena kebetulan bodynya sama jadi gue umpamakan aja kalau mbaknya yang pakai itu biar pas pake ukuran apa ya? akhirny si mbaknya menjawab L saja bair kebesaran dikit kan bisa ditarik perekatnya gitu, dan okelah gue ikutin aja saranya hehe alhamdulilah susi nyaman dengan ukuran L.

Dan pada pukul 17.00 WIB gue memutuskan untuk pulang dengan diantar abah, sementara susi sendirian di RS.

Sampai di rumah gue langsung bersih-bersih mandi dll, kemudian setelah pukul 19.00 WIB abah kembali ke RS sementara itu gue dan delisa tidak ikut ke RS karena sudah malam dan delisa pun sepertinya tidak betah berada di RS saat malam hari, jadi gue dan delisa tidur di rumah sedangkan abah menemani susi tidur di RS.

Sabtu, 29 Maret, 2022
Pukul 10.00 WIB Dokter wahyu masuk ke kamar susi dan mengatakan bahwa susi hari ini sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah, dikarenakan kondisinya sudah membaik dan dokter menyarankan untuk boleh pulang dan istirahat di rumah.

Namun sebelum pulang gue harus ke apotek dahulu untuk mengambil recep obat-obat untuk susi dan juga beberapa file dokument izin pulang.

Gue menandatangani beberapa lembar file serta surat izin pulang dan dokumen lainnya, sementara abah dan delisa nekat naik masuk ke kamar susi untuk menemani susi hehe.

Setelah selesai semua urusan, gue kembali naik ke lantai 2 untuk menuju kamar susi dan yeah akhirnya kita kumpul, gue abah, delisa dan susi hehee.. 

Gue segera melepas baju susi dan mengganti dengan baju yang di bawa dari rumah, serta membersihkan wajahnya agar tidak tetlihat kusam, dan menyisir rambutnya agar tidak berantakan.

Selain itu karena gue gabut, petugas yang membawa kursi roda belum datang, akhirnya gue pun merias wajah susi hehe memakaikan dia bedak hingga memakaikan lipstik sehingga hampir tidak terlihat bahwa susi adalah seorang pasien yang habis dioperasi wkwkwk gokil kan.

Detik berganti menit, menit berganti jam sampai tiba waktu dhuhur atau tengah hari, eh petugas yang membawa makanan pasien pun datang, dengan ramah beliau mengetuk pintu dan mempersilahkan pasien untuk makan.

Kembali gue menyuapi susi makan siang dan disitu karena ada delisa akhirnya guepun juga menyuapi delisa makan dengan menu bubur kasar, capcay, tahu bacam, telur dadar, buah pisang dan segelas teh manis dengan gula terpisah.

Delisa makan tahu bacam, dan juga buah pisang sisanya dimakan susi karena gue paksa untuk menghabiskan semua makan yang sudah dijatah kan untuk susi dari rumah sakit, you know why? yeah agar supaya banyak tenaga dan susi segera sembuh dan pulih pasca operasi.

Oh iya gaes, jadi selama gue menyuapi susi di rumah sakit dia gue suruh untuk selalu menghabiskan makanannya hehe alhasil diapun walau sedang berada di rumah sakit tapi tidak terlihat pucat ataupun lemas.

And then setelah menunggu 3 jam, akhirnya ada petugas laki-laki masuk membawa kursi roda dan menyuruh susi untuk duduk di kursi roda, dengan gue papah dia akhirnya duduk di kursi roda, dan kita pun segera berjalan untuk turun ke lantai bawah.

Susi berada dikursi roda yang didorong oleh petugas rumah sakit sedangkan gue mengikutinya dari belakang dengan membawa tas besar yang berisi tikar, bantal dan lain-lain.

Kita berjalan menuju lift dan akhirnya turun ke lantai 1, sedangkan abah dan delisa turun lewat tangga.

Setelah sampai dibawah, kita masih menunggu grabcar yang sudah gue pesen tadi, dan yeah 10 menit kemudian grabnya dateng dan kita segera menaiki mobil dan bismillah jalan pulang (go home).

Dari pihak rumah sakit, mengatakan bahwa 3 hari kemudian harus kembali ke RS untuk kontrol jahitan dan juga ganti perban, akhirnya saat itu 3 hari kemudian dari sejak pulang kita akhirnya ke RS lagi untuk kontrol.

Dan seperti biasa, sesampainya disana kita daftar, mengambil no antrian dll, yeah seperti pada awal kita ke rs, kemudian barulah kita dipanggil ke ruangan dokter wahyu dan sebelum itu susi masuk ruang kontrol dan dicek jahitannya serta diganti perban dan diambil sedikit benang jahitanya yang sudah kering.

Kemudian barulah kita bertemu dokter wahyu dan berbincang-bincang sedikit mengenai kondisi, dan juga guepun bertanya pantangan apa saja yang tidak boleh dimakan dll.

Dokter wahyu mengatakan agar susi disaran kan tidak makan makanan yang banyak mengandung banyak hormon seperti telur ayam negri, ayam negri atau boiler, daging serta ikan air tawar.

Selain itu juga harus jaga pola makan serta perbanyak makan sayur sayuran, dan jangan kebanyak makan fast food atau junkfood.

Bolehlah makan telur atau ayam asal makan yang berasal dari telur dan ayam kampung ya, bukan ayam negri.

Selanjutnya susi juga disarankan makan ikan gabus agar jahitanya cepat kering dan segera diambil benangnya dan sembuh.

Setelah cukup lama berbincang akhirnya kita pamit dan tak lupa mengucapkan terimakasih kepada dokter wahyu.

Oh iya gaes sedikit info nih ya, waktu itu awal gue daftarin susi ke rs itu ada 3 4 dokter spesialis bedah, tapi pilihan gue dan susi akhirnya jatuh ke dokter wahyu hehe, yeah jadi saat kita pertama masuk RS kita boleh memilih dokter specialis sendiri gaes, dilayar touch screen sudah ada foto serta nama dari para dokter specialis yang menangani bedah.

Dokter wahyu itu orangnya sangat ramah, beliau juga orangnya humoris jadi ketika  kita pertama bertemu pun tidak merasa kaku ataupun canggung apalagi takut gaes, asli beliau itu orangnya santai dan yeah i think yang awalnya gue pikir dokternya bakal serem atau apalah tapi ini tidak gaes, beliau ramah sekali hehe.

Back to point, susi akhirnya dapat surat dari dokter wahyu untuk next kontrol yaitu seminggu kemudian, dan untuk jahitan agar diganti perban 3 hari sekali.

Seminggu kemudian kita ke RS lagi kontrol ke 2, sekaligus mengambil hasil LAB dan menyerahkannya ke dokter wahyi agar dijelaskan.

Yeah untuk hasilnya alhamdulilah diketahui jenis tumornya termasuk tumor jinak, sehingga tidak berbahaya.

Dan dokter wahyupun menyarankan untuk susi kontrol kembali seminggu kemudian lagi, sekaligus mengecek hasil jahitan dan membersihkan sisa benang jahitan yag ada, karena jahitanya bukan jahitan permanen gaes jadi si benang mesti dicopotin lagi, hmm gak kebanyang gimana ngilu ya ye... hmm semoga kita terhindar dari segala penyakit aamin.

Tanggal 12 maret, 2022


And sekali terimakasih dokter wahyu, dan juga para perawat serta petugas dll di RS PKU Singkil, Terimakasih sudah memberikan pelayanan yang sangat baik kepada kami.

Semoga RS Singkil Semakin maju, semakin besar dan menjadi rumah sakit yang selalu bisa melayani dengan baik.






















Senin, 07 November 2022

Waduk Cacaban

Hai gaes...
Gue akhir-akhir ini lagi seneng nulis nih, yeaah agak mood buat nge-blog hehe.. 

Oh iya.. cerita kali ini tentang wisata ya gaes, karena kemarin- kemarin gue asik menghabiskan waktu buat traveling hehe. 

Waduk Cacaban 
Minggu, 30 Oktober 2022
Gue and family traveling ke waduk cacaban, yeeah daripada jenuh di rumah hehe. 

Cuaca panas, matahari seakan membakar kulit, pukul 10.00 WIB kita berangkat menuju waduk cacaban.

Menggunakan 2 motor, Abah mengendarai motor dengan memboncengkan gue and delisa, sedangkan susi mengendarai motor sendirian.

Rute menuju waduk cacaban cukup mudah kok gaes, yeah jika kita start dari arah timur atau barat maka jalur yang kita ambil hampir sama seperti ke museum semedo hanya saja, ketika kita sampai di perempatan pasar balamoa maka kita harus belok kanan atau ambil arah selatan, dan selanjutnya lebih detailnya bisa buka google maps aja ye gaes biar kalian gak nyasar hehe.

Ini merupakan perjalanan pertama abah dan susi ke waduk cacaban, karena kalo gue sudah pernah kesana pada tahun 2014 hehe.. dah lama juga sii... 

Ditengah perjalanan kami memutuskan untuk mampir sejenak ke warung makan pinggir jalan (warteg) untuk makan siang, karena waktu menunjukan hampir pukul 11.30 WIB.

Selesai makan, kamipun melanjutkan perjalanan karena kata si ibu penjual hampir sampai waduk cacaban maka kita melajukan kendaraan dengan santai samnil menikmati keindahan hamparan sawah yang hijau.

Cuaca sangat panas, sampai di gerbang "Wisata Waduk Cacaban" terlihat didepan banyak antrian kendaraan motor dan mobil, deeeh macet gaees...


Abah dengan sabar melajukan kendaraanya dengan pelan sambil sesekali berhenti karena saat itu benar-benar macet total gaes, bayangin aja ya... dari arah barat mau masuk sedangkan dari arah timur kendaraan yang akan keluar. 

Jalanan benar-benar sudah seperti lautan kendaraan gaes,... selain kita harus sabar, kita juga harus melawan teriknya matahari di siang bolong, hmm gosong-gosong dah.

Tak lama kemudian kendaraan dari lawan arah sudah mulai berkurang, kitapun dapat melaju agak cepat dan yeah tiba-tiba motor abah bermasalah saat kita berada jalan yang menanjak, motor yang kita tumpangi seakan tidak kuat lagi buat jalan alhasil gue yang udah parno buru-buru turun dari motor dan abah mengendari motor tanpa ada yang membonceng.

Tidak sampai disitu gaes... ternyata untuk menuju waduk cacaban kita juga harus melewati tanjakan lagi yang cukup terjal berbelok.... huuft gue auto pikirannya dah gak karuan banget, dan gue mutusin buat jalan kaki aja dan untuk motornya udah bener-bener gak kuat nanjak gaes, bayangin aja.. sebelah kiri itu jurang loh.. gue yang bawa anak gak mau ambil resiko, sejenak gue mikir dibawah pohon bambu yang cukup untuk berteduh dari panasnya terik matahari and triiing.... akhirnya gue bilang ke abah buat motornya kita parkirin dibawah aja, terus kita naik jalan kaki aja, biar aman.


Akhirnya abah menuruti saran gue, susipun yang udah melaju di depan, kita suruh buat motornya putar balik dan kita sepakat memarkirkan 2 motor kita dibawah, dan kita bersama-sama jalan kaki sampai atas, huuuuuft lelah gaess.

Setelah setengah perjalanan (jalan kaki) kita sampai dipintu loket waduk cacaban, kita dikenakan biaya Rp.5000/Orang, kita membayar Rp.15.000 karena delisa tidak hitung. 

Lanjut jalan kaki gaes... ngos-ngosan, aus, kaki juga dah pegel, tapi kita harus semangat pantang menyerah karena dah kliatan banyak kendaraan yang parkir diatas, yeah artinya sebentar lagi sampai tujuan.

Ternyata Waduk Cacaban sudah didepan mata, alhamdulilah... 
akhirnya lelah ini terbayar dengan melihat keindahan disekitar waduk cacaban.

Waduk Cacaban yang sekarang adalah hasil dari renovasi selama 2 tahun gaes, jadi waduk cacaban yang sekarang lebih menarik dan lebih banyak pengunjung yang datang daripada sebelum direnovasi.

Waduk Cacaban kini tampil dengan wajah baru, pesona waduk atau danau yang indah menambah suasana alamnya lebih terasa. 

Terdapat bangunan 3 lantai yang membuat kita lebih jelas melihat sekeliling waduk/bendungan cacaban.

Ada juga penjual makanan yang berjualan di sekitar waduk cacaban, yang menjajakan aneka makanan, cemilan serta minuman untuk para wisatawan.

Kamipun membeli dua Es Cendol dan menikmatinya dari atas sambil melihat pemandangan indah waduk cacaban.

Kita juga berkeliling dan juga berswafoto serta memvideo pemandangan alam sekitar. 
kita berjalan menuju bangunan 3 lantai untuk mengambil spot foto yang indah serta menikmati pemandangan alam waduk cacaban dari ketinggian.

Setelah itu kita lanjut berjalan turun untuk menuju ke perahu-perahu kecil diwaduk untuk para wisatawan atau pengunjung yang ingin melihat waduk dari dekat serta menikmati keindahan alam dengan menaiki perahu.

Untuk biaya naik perahu mengelilingi waduk cababan kita hanya perlu merogoh kocek Rp.15.000 saja Per Orangnya.


Kita menaiki perahu dengan 7 orang penumpang lain, karena setiap perahu hanya boleh memuat 10 penumpang saja, hmm mungkin kalo kelebihan muatan takut membahayakan juga kali gaes.


Next kita berswafoto dan mengambil video view alam yang indah di waduk cacaban, karena pada saat di kapan itu pukul 15.00 WIB maka kita dapat view yang lumayan bagus dengan sinar matahari dari ujung barat yang sedikit menyilau hehe.

Delisa dan abah terlihat senang berada diatas kapal yang melaju lumayan cepat dengan bunyi sedikit berisik dari mesin yang terdapat di dekat nahkoda.


Terlihat sawah hijau, pepohonan kering, tumbuhan jagung mulai menua, serta pohon-pohon khas pinggiran bukit.

Tak lama kemudian kapal berjalan menuju dermaga, kita akan segera bersandar gaes haha gaya amat ye... tapi gak papalah biar keren dikit bahasanya hehe.

Setelah kapal sampai ke darat, kita turun dan dan membayar biaya naik kapal untuk 3 Orang saja karena delisa tidak dihitung, yep kita membayar Rp.45.000.

Setelah lelah berada diatas kapal kita lanjut menuju warung berjejer yang ada di waduk cacaban, sambil melihat bekal cemilan yang kita bawa, akhirnya kita hanya memesan 1porsi tempe mendoan, segelas kopi hitam, dan satu botol air meneral.

Kita menikmati makanan sambil melihat lalu lalang orang, serta pemandangan waduk cacaban dari atas. 

Delisa menikmati wafer tanggo, susi menikmati tempe mendoan, abah asik dengan kopinya sedangkan gue masih aktif memvideo suasana di waduk cacaban hehe.

Tak lama kemudian gue mencari toilet, karena dah gak kuat banget kebelet pepsi, gue muter cari toilet katanya si bapak penjual 4 toko dari warung bapaknya eh taunya ditengah-tengah warung yang berjejer, mana gak ada tulisan toiletnya huuuft... 

Waktu terus berjalan, hari sudah semakin sore, mentaripun perlahan menghilang dari pandangan, hmm kita akhirnya memutuskan buat pulang.

Kita kembali berjalan kaki menuju parkiran bawah, namun setelah kita berjalan sekitar 20 meter kemudian ada bapak-bapak yang menawarkan jasa angkut ke bawah menggunakan mobil bak terbuka. 

Kitapun akhirnya menggunakan jasa tersebut dengan membayar Rp.10.000.
sebenarnya tarif jasa angkut mobil bak, Per orangnya dipatok harga Rp.5000 tapi karena abah menawar akhirnya kita hanya bayar Rp.10.000 saja untuk 3 orang hehe. 

Alhamdulilah sampai bawah, kita selanjutnya mengambil motor masing-masing dan gue memutuskan buat nyetir motor sendiri, karena jujur gue masih kepikiran kejadian tadi siang waktu berangkat, alhasil abah mengendarai motor dengan memboncengkan delisa dan susi. 

Gue mengendarai motor dengan sangat pelan dan hati-hati, karena saat kita pulang jalanan yang kita lalui ada menurun bukan menanjak lagi.

Intinya dipikiran gue saat itu "Alon-alon asal kelakon" dah itu aja, gak ada yang lain, sampai-sampai saking gak fokusnya gue sampe salah jalur wkwk hadeeeh, jadi yang harusnya lurus, disiti gue malah belok kiri. 

Kemudian gue istigfar dan kembali fokus dijalan, walau aslinya udah capek, lelah, letih dan parahnya gue ngantuk gaes. 

Kurang lebih satu jam kemudian kita akhirnya sampai di rumah.
Alhamdulilah... pulang dengan selamat tanpa kurang suatu apapun, dan ini menjadi perjalanan yang sangat mengesankan hehe.

Finally Terimakasih sudah membaca cerita gue, and see you next trip gaes... 




Museum Situs Semedo

Hai gaes...
Lama ye gak sharing tentang jalan-jalan, hmm okey kali ini gue bakal berbagi cerita tentang perjalanan wisata gue and family ke Museum Situs Semedo.

Oh iya wisata kali ini terbagi dalam 2 part gaes, karena kebetulan gue berkunjung 2 kali hehe... yeah kunjungan pertama hanya gue, abah dan delisa namun untuk kunjungan yang kedua bertambah satu orang yaitu susi, you know susi??? yes.. adik gue yang nyebelin tapi kadang juga asik orangnya haha.

Now kita langsung ke point aja ya... 
Oh iya jangan lupa siapkan cemilan dan juga soft drink biar kalian gak ngantuk, karena ceritanya bakal super duper panjang gaes hehe.
Museum Situs Semedo 
Museum ini terletak di kabupaten tegal, tepatnya di desa semedo. 
Museum ini juga merupakan satu-satunya museum yang menyajikan edukasi tentang kehidupan serta bentuk-bentuk manusia purba selain di museum sangiran solo. 

Museum Situs Semedo berdiri sekitar tahun 2018 namun untuk peresmiannya dan dibuka untuk umum itu sekitar tahun 2021.

Museum Situs Semedo atau yang lebih dikenal dengan sebutan Museum Semedo
juga menyajikan keindahan alam yang masih asri serta terdapat pula taman-taman mini, dan patung gajah yang besar yang menjadi icon depan museum tsb.

Untuk rutenya jika kalian dari arah utara atau barat kota tegal maka sebaiknya kalian bisa ambil arah ke seletan yaitu lewat jalan 1 atau jalan benjaran-karang anyar kemudian setelah sampai tugu teh botol barulah ambil yang jalan ke kiri yang menuju pasar balamoa dan tetap lurus ikutin jalan saja tapi agar lebih mudah silahkan kalian gunakan GPS hehe biar tidak nyasar ya gaes.

Part 1
Kamis, 20 Oktober 2022
Perjalanan menuju ke museum semedo bersama abah dan delisa. 
kita start dari rumah pukul 10.30 WIB, menggunakan motor, bismillah kita berangkat menuju museum semedo dengan modal GPS yeah maklum lah ini first time kita mau berkunjung ke museum semedo.

Dalam rute GPS diinformasikan bahwa perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 1 jam, dengan jarak tempuh 42 Km. 

Pukul 11.15 WIB kita memutuskan untuk berhenti sejenak di warung makan pinggir jalan (warteg) tepatnya di depan pabrik jagung, untuk mengisi perut hehe (makan siang) sekaligus bertanya kepada si penjual apakah untuk menuju museum masih jauh atau tidak, kemudia si ibu hanya menjawab ya lumayan mbak... pokoknya ikutin jalan ini saja nanti akan nemu gerbang menuju museum. 

Setelah pukul 12.05 WIB, kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju museum semedo, selama perjalanan kita disuguhkan pemandangan sawah hijau serta bukit-bukit kecil yang indah.


Dan disebelah utara kita dapat melihat kendaraan lalu lalang di jalan tol (pejagan - pemalang).

Dalam perjalanan delisa tertidur lelap hehe maklum abah agak ngebut dan delisa habis makan banyak jadi delisa auto tidur deh.

Sekitar 15 menit kemudian kita sampai di gerbang menuju museum semedo, dan kita mulai bersemangat dan tidak sabar untuk sampai ke tempat tujuan hehe.

Setelah sampai di museum, abah langsung mengarahkan motor ke tempat parkir dan alhamdulilah delisa dah bangun dari tidur lelapnya alhasil delisa clingak clinguk kaget liat sekitar udah banyak orang lalu lalang di depan museum.

Kita mulai dapat memasuki museum pada pukul 13.00WIB yeah kita masuk pada kloter 2.

Jadi ini gaes jam operasional di museum situs semedo sbb :
Buka : Hari Selasa - Minggu
Pukul 08.30 WIB - 15.00 WIB
Libur/Tutup : Hari Senin.
Dan ketika banyak pengunjung maka akan dilakukan buka tutup atau 2 kloter masuk yaitu : 
kloter 1 = pukul 08.30 WIB - 12.00 WIB
kloter 2 = pukul 13-00 WIB - 15.00 WIB

Setelah berjalan masuk museum beberapa langkah, kita diarahkan untuk mengisi buku daftar pengunjung, kemudian barulah kita berjalan kembali menuju loket masuk. 

Tapi sebelum sampai di tempat loket kita sudah mulai berswafoto di depan halaman depan museum yang terdapat icon patung gajah yang sangat besar hehe.


Sampai di loket kita tidak disuruh membayar tetapi kita hanya diwajibkan untuk mengisi form melalui scan barcode atau bisa juga dengan klik link bit.ly/masukmuseumsemedo 

Setelah mengisi form yang berisi nama pengunjung, alamat serta jumlah anggota yang akan ikut masuk ke museum, kemudian kita menuju pintu masuk pengunjung dengan menunjukan form yang sudah tertera di handphone kita. 

Dan untuk pengunjung yang membawa tas besar, makanan dan minuman maka harus dititipkan di tempat penitipan barang, karena kita dilarang makan dan minum di area dalam museum.

Well akhirnya kita di dalam museum dan mulailah kita berswafoto dan juga memvideo aneka bentuk manusia purba, serta batuan dan juga bentuk-bentuk gigi hewan purba. 

Selain itu, di dalam museum juga kita dapat belajar sejarah lebih detail dengan melihat layar touch screen yang berada di depan setiap rangka ataupun benda bersejarah.

Disetiap sudut ruangan juga terdapat AC yang membuat badan terasa sejuk dan betah berlama-lama di dalam museum.

Delisa terlihat sangat senang di museum, namun tiba-tiba dia menangis ketakutan setelah melihat replika patung manusia purba yang berdiri tegak dengan tatapan mata yang tajam, delisa ketakutan sambil berkata "mama... itu.. itu ada orang hitam wuda, aku takut...." kata wuda berarti "telanjang" haha ada-ada saja ya delisa. 


Setelah itu gue mencoba untuk menenangkannya dan mengalihkan perhatiannya dengan berkata "Delisa jangan takut ya... coba tutup mata saja biar gak takut okay" lalu delisa sontak menuruti dan kita berhasil melewati replika patung manusia purba yang lumayan seram juga sih menurut saya hhe...

Next kita muter-muter menelusuri setiap sudut hingga waktu  menunjukanpukul 14.00 WIB dan kemudian kita memutuskan untuk mencari pintu keluar.


Setelah mengambil motor dari parkiran, kita melakukan perjalanan pulang.
Singkat cerita, kita sudah sampai di rumah pada pukul 15.30 WIB.

Part 2
Jum'at 28 Oktober 2022
Mentari Bersinar cerah, cuaca sepertinya sangat mendukung untuk holiday hehe.

Okay kali ini kita akan melakukan perjalanan lagi ke museum semedo gaes bersama susi. 

Yeah berhubung susi libur kerja maka kita mengajak dia untuk liburan ke museum semedo, you know susi? yep susi adalah adik gue yang kadang nyebelin tapi lumayan asik juga kok anaknya hehe.

Sebelum berangkat ke museum semedo kita prepare barang bawaan seperti bekal makanan, aneka cemilan, soft drink dan air meneral hehe maklum biar gak terlalu boros jajan di luar.

Pukul 09.30 WIB kita start perjalanan ke museum semedo, kali ini kita menggunakan 2 motor. 

Abah mengendarai motor dengan memboncengkan delisa dan susi, sedangkan gue mengendarai motor sendirian.

Seperti biasa perjalanan ini melewati jalan raya 1 kemudian setelah sampai di tugu teh botol belok kiri dan yeah lurus ikutin jalan dan sesampainya di perempatan pasar balamoa kitapun mulai menambah kecepatan laju motor agar lebih cepat sampai ke museum hehe maklum sudah hafal juga rutenya karena this is the second i visit this museum.

Pukul 10.30 WIB akhirnya kita sampai di museum semedo, dan yeah seperti biasa kita masuk menuju loket masuk dan menitipkan barang bawaan kita karena memang kita bawa bekal makanan yang lumyan banyak hehe.


Susi asik berswafoto dan juga memvideo aneka bentuk tulang, batuan serta replika manusia purba dll.

Delisa juga terlihat sangat senang, dan alhamdulilah pada kunjungan yang kedua ini delisa sudah tidak takut lagi untuk melihat replika patung manusia purba hehe.

Dan abah seperti biasa dia melihat-lihat koleksi yang ada di dalam museum dan setelah itu dia mulai mengantuk dan seperti ingin tidur karena suasana di dalam museum sejuk gaes hehe.


Kita mengabadikan setiap moment di dalam museum dan juga memfoto koleksi unik yang ada di dalam museum.

Pukul 11.30 WIB kita memutuskan untuk exit menuju free area (ruang bebas) untuk kita dapat makan dan minum.

Gue mengambil barang bawaan yang tadi gue titipin, setelah itu gue dan delisa memutuskan untuk makan siang, abah makan cemilan sedangkan susi ke toilet.

Tak terasa kita sudah istirahat cukup lama, akhirnya kita memutuskan untuk pulang pada pukul 14.00 WIB.


Saat perjalanan pulang kita memutuskan untuk mampir di kedai bakso mulur yang berada di daerah butak- talang. 

Setelah perut kenyang dan mata melek, kita melanjutkan kembali perjalanan dan yeeay akhirnya kita sampai di rumah hehe

Itulah cerita perjalanan kita berlibur ke museum semedo, dan buat kalian yang belum pernah ke museum semedo, jangan lupa untuk berkunjung ke museum semedo ya...

See you next trip....

Well kita akhirnya tak bosan ke museum semedo lagi hehe... oke lest telling perjalanan ketiga kalinya.

Part 3
Minggu, 12 November 2022.
Cuaca tidak terlalu cerah tapi enaklah untuk melakukan perjalanan.

Pukul 13.00 WIB akhirnya kita start perjalanan menggunakan motor, yeah berhubung susi juga libur kerja lagi dan dia ingin ke museum semodo lagi, yasudah lah hayyuuuk aja.

Susi mengendarai motor dengan memboncengkan gue dan delisa, sedang anah mengendarai motor seorang diri.
walau perjalanan lumayan jauh api kita have fun, dan seperto biasa setelah hampir sampai museum kita akan disuguhkan pemandanagan bukit-bukit kecil yang indah.

Dan disebelah utara terlihat lalu lalang kendaraan di jalan tol (pejagan-pemalang) 

Dan singkat cerita kita sudah sampai di museum semedo, dan yeeeah tidak beda dari kunjungan sebelumnya kita mengikuti alur yang sama, dari mulai ke loket, menitipkan barang bawaan serta mematuhi rule yang ada.

Kita berswafoto, membuat video dan seperti biasa melihat-lihat koleksi yang ada di museum semedo.
Setelah puas foto-foto dan lain-lain,kita memutuskan untuk keluar dari museum, dan kita akhirnya membeli cemilan dan delisa membeli es tuntung hehe es legend jaman gue kecil gaes.

Next kita menuju parkiran untuk mengambil motor masing-masing dan yeah lest go to go home hehe.

Tetapi belum setengah perjalanan tiba-tiba motor yang gue tumpangi, yeah karena pulangnya gue mengendarai seorang diri, jadi gue gass poll gaes eh malah tiba-tiba rante motornya putus, hadeeeh.... sem asem... dan seketika itu gue mengentikan motor gue dan memberi kode ke abah, dan memberi tahu bahwa motor gur problem dan abah pun juga segera mengenhentikan motor yang dikendarainnya dan nyamperin gue.

Tak lama kemudian abah mencoba memperbaiki tapi tidak bisa karena rante putus, dan abah bertanya ke orang sekitar apakah ada bengkel terdekat, dan alhamdulilah sekitar 10 meter, di depan ada bengkel motor, huuft alhamdulilah akhirnya ada bengkel dekat, dan segeralah motor gue diperbaiki rantenya. 

Selanjutnya, setelah rantenya benar kita kembali melanjutkan perjalanan dan setelah melewati pasar balamoa kita berhenti di kedai bakso dekat purbawahana.

Next kita juga mampir serba 35 di dekat desa pigirikan, dan selanjutnya kita pulang.

Sebelum sampai rumah kita mampir di nasi goreng bontot dekat baledesa sidakaton hehe, yeah kita take away 3 bungkus nasgor and then lanjut... sampailah di rumah, alhamdulilah.

Huuuft cukup lelah perjalanan yang ke 3 ini gaes karena kita kebanyakan mampirnya wkwkwk...

Okelah perjalanan gue and family di part 3 hehe...  terimakasih sudah mau membaca blog lanjutan  gue ini and see you next trip yaw heheeee.